Jejak Syiah
BerandaSejarah
Penyimpangan Syiah
UlamaJejak di IndonesiaVideo
Referensi
Jejak Syiah

Pusat rujukan ilmiah untuk menelusuri, mendokumentasikan, dan menjelaskan penyimpangan Syiah berdasarkan dalil dan referensi terverifikasi.

للهِ الحَمْدُ وَحْدَه
YouTubeTikTok
Rubrik
  • Artikel Ilmiah
  • Syubhat & Jawaban
  • Video
  • Referensi Kitab
  • Tentang Kami
Referensi Utama
  • Minhaj as-Sunnah
  • Al-Syi'ah was Sunnah
  • Al-Khuthuth Al-'Aridhah
  • Fatwa MUI
  • Lisanul Mizan
Metodologi
  • Metode Ilmiah
  • Status Validasi
  • Tim Redaksi
  • Kirim Koreksi
© 2026 JejakSyiah — Konten bebas disebarkan untuk kepentingan dakwah ilmiah
YouTubeTikTok
Beranda/Artikel/Kenapa Penting Mempelajari Sejarah Syiah?
☰ Baca Artikel▶ Mode Slide
Sejarah

Kenapa Penting Mempelajari Sejarah Syiah?

⏱ 3 menit baca
Ringkasan

Mempelajari sejarah Syiah penting agar seorang muslim tidak tertipu oleh slogan lahiriah seperti “cinta Ahlul Bait”, “persatuan umat”, atau klaim pembelaan terhadap Islam. Sejarah membantu membuka akar pemikiran, asal-usul keyakinan, tokoh-tokoh yang menyebarkannya, serta bagaimana penyimpangan itu berkembang hingga berpengaruh sampai hari ini.

Dengan mempelajarinya, seorang muslim dapat membedakan antara Islam yang dibawa Nabi ﷺ dan para sahabat dengan keyakinan yang muncul belakangan. Karena itu, para ulama Ahlus Sunnah membahas dan membantah Syiah bukan karena fanatisme atau permusuhan buta, tetapi karena penyimpangannya menyentuh perkara aqidah, kedudukan sahabat, keyakinan tentang imam, dan sebagian riwayat mereka tentang Al-Qur’an.

Mengenal kebatilan bukan berarti mencarinya untuk diikuti, tetapi agar selamat darinya. Sebagaimana Hudzaifah bin Al-Yaman radhiyallahu ‘anhu bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang keburukan karena takut terjatuh ke dalamnya. Maka tujuan mempelajari sejarah Syiah adalah menjaga aqidah di atas ilmu, tidak mudah terbawa emosi, dan memahami kebenaran dengan dalil, bukan sekadar perasaan.

Daftar Pembahasan
  1. 1.“Ngapain Bahas Syiah? Bukannya Itu Cuma Sejarah Lama?”
  2. 2.“Memangnya Penting Tahu Sejarahnya?”
  3. 3.“Bukannya Syiah dan Sunni Sama-sama Islam?”
  4. 4.“Kenapa Banyak Ulama Membantah Syiah?”
  5. 5.“Apa Manfaatnya Membahas Kesesatan?”
  6. 6.“Jadi Tujuan Belajar Sejarah Syiah Itu Apa?”
  7. 7.Penutup

“Ngapain Bahas Syiah? Bukannya Itu Cuma Sejarah Lama?”

Mungkin Anda termasuk yang bertanya demikian? atau

“Kenapa harus mempelajari sejarah Syiah?”

“Bukannya lebih baik fokus ibadah saja?”

“Atau… jangan-jangan ini cuma untuk mencari permusuhan?”

Pertanyaan semacam ini sering muncul.

Apalagi di era media sosial…
semua hal dibuat singkat…
emosional…
dan serba instan.

Padahal…
sejarah bukan sekadar cerita masa lalu.

Sejarah adalah penjelasan:

  • bagaimana sebuah pemikiran muncul,
  • siapa tokoh yang menyebarkannya,
  • dan bagaimana pengaruhnya sampai hari ini.

Allah Ta’ala sendiri memerintahkan manusia untuk mengambil pelajaran dari sejarah.

لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِأُولِي الْأَلْبَابِ

“Sungguh pada kisah-kisah mereka terdapat pelajaran bagi orang-orang yang berakal.”
(QS. Yusuf: 111)

Jadi…
mempelajari sejarah Syiah bukan sekadar membahas masa lalu.

Tapi memahami:

  • akar pemikiran,
  • asal keyakinan,
  • dan bagaimana penyimpangan bisa berkembang.

“Memangnya Penting Tahu Sejarahnya?”

Sangat penting.

Karena banyak orang hanya melihat tampilan luarnya.

Misalnya:

“Syiah itu cinta Ahlul Bait.”

Kalimat ini terdengar indah.

Tapi pertanyaannya:

Apa semua yang mengatasnamakan cinta Ahlul Bait otomatis benar?

Kalau seseorang tidak mempelajari sejarah…
ia hanya melihat slogan.

Padahal sejarah akan membuka:

  • bagaimana asal mula keyakinannya,
  • bagaimana perkembangan ajarannya,
  • dan apa saja yang sebenarnya diyakini.

Contohnya:

  • Apakah keyakinan imam maksum dikenal di zaman Nabi ﷺ?
  • Apakah keyakinan bahwa imam mengetahui perkara gaib diajarkan para sahabat Nabi radhiyallahu ‘anhum?
  • Apakah mencela mayoritas sahabat merupakan ajaran Islam?
  • Pertanyaan-pertanyaan seperti ini tidak cukup dijawab dengan slogan.
  • Harus dibuka sejarah dan literaturnya.

“Bukannya Syiah dan Sunni Sama-sama Islam?”

Pertanyaan ini juga sering muncul.

Jawabannya:

Ada perkara yang memang sama.

Tetapi ada pula perbedaan aqidah yang sangat mendasar yang menyebabkan sebagian kelompok Syiah keluar dari Islam.

Dan perbedaan itu tidak bisa dipahami kalau seseorang tidak mengetahui sejarah.

Karena sebagian keyakinan Syiah berkembang secara bertahap.

Tidak muncul sekaligus.

Ada tokoh-tokoh tertentu…
ada peristiwa tertentu…
dan ada pengaruh politik tertentu.

Karena itu para ulama sejak dahulu membahas sejarah firqah-firqah.

Bukan untuk sensasi.

Tetapi agar umat memahami:

mana Islam yang dibawa Nabi ﷺ,
dan mana keyakinan yang muncul belakangan.


“Kenapa Banyak Ulama Membantah Syiah?”

Karena mereka melihat dampaknya terhadap aqidah.

Bukan sekadar perbedaan politik.

Sebagian ulama besar yang membahas penyimpangan Syiah adalah:

  • Imam Ahmad bin Hanbal, ulama Ahlus Sunnah abad ke-3 H
  • Imam Al-Barbahari, ulama Hanbali abad ke-4 H
  • Ibnu Taimiyah, ulama Islam abad ke-8 H
  • Adz-Dzahabi, ahli sejarah dan hadits Islam
  • Ibnu Katsir, ulama  ahli tafsir

rahimahumullahu ‘ajmain.

Mereka membahas:

  • sikap Syiah terhadap sahabat,
  • keyakinan tentang imam,
  • sebagian riwayat Syiah tentang Al-Qur’an,
  • dan berbagai penyimpangan lainnya.

Kalau masalahnya ringan…
tentu para ulama tidak akan menghabiskan waktu berabad-abad untuk membahasnya.


“Apa Manfaatnya Membahas Kesesatan?”

Mengenal kebatilan diperlukan agar tidak terjatuh ke dalamnya.

Hudzaifah bin Al-Yaman, sahabat Nabi Muhammad ﷺ, pernah berkata:

كَانَ النَّاسُ يَسْأَلُونَ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ عَنِ الْخَيْرِ، وَكُنْتُ أَسْأَلُهُ عَنِ الشَّرِّ مَخَافَةَ أَنْ يُدْرِكَنِي

“Dahulu orang-orang bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang kebaikan, sedangkan aku bertanya tentang keburukan karena khawatir terjatuh ke dalamnya.”

(Shahih Al-Bukhari no. 3606, Shahih Muslim no. 1847)

Artinya…
memahami penyimpangan bukan untuk ikut menyimpang.

Tetapi agar lebih waspada.

Sama seperti seseorang mempelajari bahaya racun.

Bukan untuk meminumnya.

Tetapi agar tidak tertipu.


“Jadi Tujuan Belajar Sejarah Syiah Itu Apa?”

Agar seorang muslim:

  • memahami sejarah secara ilmiah,
  • tidak tertipu slogan,
  • mengenal akar penyimpangan,
  • dan lebih memahami kemurnian ajaran Islam.

Bukan untuk fanatik.

Bukan pula untuk kebencian buta.

Tetapi untuk menjaga aqidah di atas ilmu.

Karena Islam dibangun di atas dalil.

Bukan sekadar perasaan.


Penutup

Banyak orang mengira bahwa pembahasan tentang sejarah Syiah hanyalah pembahasan politik masa lalu yang tidak lagi relevan. Sebagian bahkan menganggap pembahasannya hanya akan memecah belah umat. Padahal kenyataannya, sejarah memiliki pengaruh besar terhadap cara berpikir, keyakinan, dan sikap seseorang terhadap agama.

Allah Ta’ala sendiri memerintahkan kaum muslimin untuk mengambil pelajaran dari umat-umat terdahulu. Kisah bukan sekadar cerita, tetapi sarana agar manusia memahami sebab-sebab hidayah dan kesesatan.

Allah Ta’ala berfirman:

لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِأُولِي الْأَلْبَابِ

“Sungguh pada kisah-kisah mereka terdapat pelajaran bagi orang-orang yang berakal.”
(QS. Yusuf: 111)

Karena itu, mempelajari sejarah Syiah bukanlah sekadar membuka lembaran masa lalu, tetapi memahami akar pemikiran, sumber keyakinan, serta perjalanan munculnya berbagai penyimpangan yang terus berpengaruh hingga hari ini.

 

Referensi Utama

  1. Al-Qur’an
  2. QS. Yusuf: 111 — dalil bahwa kisah sejarah adalah pelajaran bagi orang berakal.
  3. Hadits Hudzaifah bin Al-Yaman radhiyallahu ‘anhu
  4. Shahih Al-Bukhari no. 3606 dan Shahih Muslim no. 1847
  5. Tentang bertanya kepada Nabi ﷺ mengenai keburukan karena takut terjatuh ke dalamnya.
  6. Kitab-kitab ulama Ahlus Sunnah tentang firqah dan bantahan Syiah
  7. As-Sunnah — Imam Ahmad bin Hanbal
  8. Syarhus Sunnah — Imam Al-Barbahari
  9. Minhajus Sunnah An-Nabawiyyah — Ibnu Taimiyah
  10. Al-Bidayah wan Nihayah — Ibnu Katsir
  11. Siyar A’lam An-Nubala’ — Adz-Dzahabi
Baca Juga
Bangsa Persia dan Islam: Ketika Kekalahan Berubah Menjadi Dendam

Bangsa Persia sebelum Islam — bangsa besar yang jatuh, dan memilih balas dendam.

Baca artikel →
Apa itu Syiah?

Ringkasan Artikel: "Apa Itu Syiah?" Artikel ini membahas empat poin utama: 1. Asal kata dan waktu kemunculan Syiah Kata syiah secara bahasa berarti pengikut atau pembela. Syiah sebagai kelompok dengan keyakinan khusus — imamah, imam maksum, Rafidhah — tidak ada di zaman Nabi shallallahu alaihi wasallam, melainkan muncul puluhan tahun setelah wafatnya beliau. 2. Peran Abdullah bin Saba' Tokoh kunci di balik kemunculan Syiah adalah Abdullah bin Saba', seorang Yahudi dari Yaman yang berpura-pura masuk Islam. Fakta ini bukan dari musuh Syiah, melainkan dari kitab-kitab ulama Syiah sendiri — ath-Thusi dan an-Nubakhati. Agitasinya berujung pada terbunuhnya Khalifah Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu. 3. Hubungan Persia dan Syiah Iran identik dengan Syiah karena Dinasti Safawi menjadikannya mazhab resmi negara. Namun akarnya jauh lebih dalam — bermula dari runtuhnya Kerajaan Persia di tangan kaum muslimin pada masa Khalifah Umar bin al-Khaththab radhiyallahu 'anhu. 4. Urgensi memahami Syiah Kaum muslimin perlu mengenali penyimpangan Syiah Rafidhah bukan untuk permusuhan, melainkan agar tetap berpegang pada manhaj Ahlus Sunnah wal Jama'ah sesuai pemahaman generasi terbaik umat.

Baca artikel →
Tonton Video
Syiah Merendahkan Para Nabi
S006
Syiah Merendahkan Para Nabi
Jelajahi Topik
AkidahImamahTaqiyyahMut'ahAl-Qur'anSahabatAhlul BaitSejarah