Jejak Syiah
BerandaSejarah
Penyimpangan Syiah
UlamaJejak di IndonesiaVideo
Referensi
Jejak Syiah

Pusat rujukan ilmiah untuk menelusuri, mendokumentasikan, dan menjelaskan penyimpangan Syiah berdasarkan dalil dan referensi terverifikasi.

للهِ الحَمْدُ وَحْدَه
YouTubeTikTok
Rubrik
  • Artikel Ilmiah
  • Syubhat & Jawaban
  • Video
  • Referensi Kitab
  • Tentang Kami
Referensi Utama
  • Minhaj as-Sunnah
  • Al-Syi'ah was Sunnah
  • Al-Khuthuth Al-'Aridhah
  • Fatwa MUI
  • Lisanul Mizan
Metodologi
  • Metode Ilmiah
  • Status Validasi
  • Tim Redaksi
  • Kirim Koreksi
© 2026 JejakSyiah — Konten bebas disebarkan untuk kepentingan dakwah ilmiah
YouTubeTikTok

Artikel Ilmiah

4 artikel tersedia

SemuaSejarahUlamaJejak di IndonesiaPenyimpangan AkidahInfiltrasi

Bangsa Persia dan Islam: Ketika Kekalahan Berubah Menjadi Dendam

Bangsa Persia sebelum Islam — bangsa besar yang jatuh, dan memilih balas dendam.

Baca selengkapnya

Apa itu Syiah?

Ringkasan Artikel: "Apa Itu Syiah?" Artikel ini membahas empat poin utama: 1. Asal kata dan waktu kemunculan Syiah Kata syiah secara bahasa berarti pengikut atau pembela. Syiah sebagai kelompok dengan keyakinan khusus — imamah, imam maksum, Rafidhah — tidak ada di zaman Nabi shallallahu alaihi wasallam, melainkan muncul puluhan tahun setelah wafatnya beliau. 2. Peran Abdullah bin Saba' Tokoh kunci di balik kemunculan Syiah adalah Abdullah bin Saba', seorang Yahudi dari Yaman yang berpura-pura masuk Islam. Fakta ini bukan dari musuh Syiah, melainkan dari kitab-kitab ulama Syiah sendiri — ath-Thusi dan an-Nubakhati. Agitasinya berujung pada terbunuhnya Khalifah Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu. 3. Hubungan Persia dan Syiah Iran identik dengan Syiah karena Dinasti Safawi menjadikannya mazhab resmi negara. Namun akarnya jauh lebih dalam — bermula dari runtuhnya Kerajaan Persia di tangan kaum muslimin pada masa Khalifah Umar bin al-Khaththab radhiyallahu 'anhu. 4. Urgensi memahami Syiah Kaum muslimin perlu mengenali penyimpangan Syiah Rafidhah bukan untuk permusuhan, melainkan agar tetap berpegang pada manhaj Ahlus Sunnah wal Jama'ah sesuai pemahaman generasi terbaik umat.

Baca selengkapnya

Kenapa Penting Mempelajari Sejarah Syiah?

Mempelajari sejarah Syiah penting agar seorang muslim tidak tertipu oleh slogan lahiriah seperti “cinta Ahlul Bait”, “persatuan umat”, atau klaim pembelaan terhadap Islam. Sejarah membantu membuka akar pemikiran, asal-usul keyakinan, tokoh-tokoh yang menyebarkannya, serta bagaimana penyimpangan itu berkembang hingga berpengaruh sampai hari ini. Dengan mempelajarinya, seorang muslim dapat membedakan antara Islam yang dibawa Nabi ﷺ dan para sahabat dengan keyakinan yang muncul belakangan. Karena itu, para ulama Ahlus Sunnah membahas dan membantah Syiah bukan karena fanatisme atau permusuhan buta, tetapi karena penyimpangannya menyentuh perkara aqidah, kedudukan sahabat, keyakinan tentang imam, dan sebagian riwayat mereka tentang Al-Qur’an. Mengenal kebatilan bukan berarti mencarinya untuk diikuti, tetapi agar selamat darinya. Sebagaimana Hudzaifah bin Al-Yaman radhiyallahu ‘anhu bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang keburukan karena takut terjatuh ke dalamnya. Maka tujuan mempelajari sejarah Syiah adalah menjaga aqidah di atas ilmu, tidak mudah terbawa emosi, dan memahami kebenaran dengan dalil, bukan sekadar perasaan.

Baca selengkapnya

Apa Itu Taqiyyah?

Taqiyyah secara bahasa bermakna menjaga atau melindungi diri. Dalam Islam, menyembunyikan keimanan hanya dibolehkan saat terpaksa, berada dalam ancaman nyata, dan hati tetap beriman, sebagaimana kisah ‘Ammar bin Yasir radhiyallahu ‘anhu dalam QS. An-Nahl: 106. Berbeda dengan taqiyyah dalam Syiah Rafidhah. Mereka menjadikan taqiyyah sebagai prinsip utama ajaran Syiah, untuk menyembunyikan keyakinan batil mereka. Karena itu, menyamakan taqiyyah Syiah dengan keringanan yang diberikan kepada ‘Ammar bin Yasir adalah kesalahan fatal.

Baca selengkapnya